Lamatidak bertemu, semoga semua sehat dan bahagia ya. Setelah lama tidak meng-update blog, kali ini saya punya cerita baru tentang proses rekrutmen BPS (Bimbingan Profesi Sarjana) Pertamina 2017. Cerita ini saya dapatkan dari pengalaman salah seorang teman saya yang sukses dipanggil oleh Pertamina menjadi BPS Hulu Pertamina. Posisiyang dibutuhkan sebanyak 9 (Sembilan) orang, dengan persyaratan yang dapat diunduh melalui website resmi. Jadwal Rekrutmen Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Kegiatan Fasilitasi Lapangan Pemberdayaan Masyarakat Pengelolaan Persampahan (PM2P): 1. Pendaftaran : Selasa – Jumat (1 – 4 Maret 2022) 2. Seleksi Administrasi : Senin (7 Maret PengalamanTes Kerja - MT PTPN Group Batch 2020. 1. Tahap 1 : Registrasi Online dan Seleksi Administrasi. 2. Tahap 2 : Online Test Intelegensi. 3. Tahap 3 : Tes Psikologis 120 Menit, Tes Bidang 60 Menit dan Tes Bahasa Inggris 80 Menit. 4. Tahap 4 : Wawancara Psikologis. Mengenaiini, secara teknis diatur dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang menjadi lampiran surat tersebut. Berlandaskan surat itu pula, Satker Pengembangan Kawasan Permukiman dan Penataan Bangunan (PKP2B) bersama tim OC-3 P2KKP Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) membentuk tim seleksi dan rekrutmen guna melaksanakan perintah direktur Proseduralberdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, sem, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan procedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. dasaryang kuat guna memahami modul-modul selanjutnya. Modul 1 tentang Dasar-dasar Rekrutmen dan Perencanaan Pegawai ini, akan memuat 3 materi kegiatan belajar, yaitu: 1. definisi rekrutmen dan perencanaan pegawai; 2. ruang lingkup rekrutmen dan perencanaan pegawai; 3. tujuan manfaat rekrutmen dan perencanaan pegawai. 0USn. HR atau perekrut tak bisa menghindari masalah dalam rekrutmen. Meskipun Anda telah melakukan proses rekrutmen sesuai prosedur. Sebagai perekrut, Anda bertugas membantu perusahaan menemukan kandidat terbaik sesuai posisi yang sedang dibutuhkan. Untuk mendukung pekerjaan tersebut, Anda harus mengikuti perkembangan dunia karir dan siap menghadapi tantangan selama proses rekrutmen. Jika di tengah proses, Anda menjumpai masalah dalam rekrutmen, segera lakukan perbaikan dan jangan sungkan meminta bantuan ke rekan kerja. Anda juga perlu mengetahui masalah yang sering muncul saat rekrutmen dan solusinya. 11 Masalah Dalam Rekrutmen dan Solusinya Tugas utama perekrut adalah menemukan kandidat tepat berdasarkan kriteria jabatan. Bahkan dia mampu merampingkan proses perekrutan. Sebaliknya, kalau Anda kesulitan memperoleh kandidat atau sering menemukan karyawan resign setelah tiga bulan kerja, segera evaluasi perekrutan yang dijalankan. Sebagai perekrut, Anda wajib mengikuti perkembangan pasar ketenagakerjaan dan siap menghadapi tantangan yang akan terjadi selama proses rekrutmen. Sekilas itu adalah hal kecil, tetapi jangan menyepelekan. Karena kesalahan bisa datang saat Anda mengentengkan hal kecil. Ada baiknya, perekrut mengetahui hambatan dan potensi masalah yang mungkin akan dihadapi di masa mendatang. 1 Tidak membuat job description akurat “Kenapa user tidak sreg dengan kandidat setelah interview, yah?” “Berdasarkan CV kandidat, kenapa yang masuk tidak seperti kriteria?” Jika Anda sering mempertanyakan hal di atas, coba cek job description yang telah ditulis. Apakah kriteria kandidat yang dibutuhkan susah sesuai dengan job description atau belum? Solusi Sebaiknya, buat deskripsi pekerjaan dengan jelas, akurat, dan menarik. Hindari pula menulis semua keterampilan yang “tinggi” di job description. Kenyataannya, hanya sekitar 60% keterampilan yang diperlukan untuk perekrutan baru. Sisanya, keterampilan akan didapatkan atau dipelajari atau dilatih di tempat kerja. Contoh Export-Import Manager Job description Handling Export and Import Administration Handling Custom Clearance Check and make documents related to Export and Import Handling Bill Of Lading B/L Other related tasks 2 Tidak melihat potensi dari internal Terkadang kandidat terbaik ada di sekitar Anda. Hanya saja Anda tidak menyadarinya. Solusi Sempatkan waktu untuk melihat potensi karyawan atau rekan kerja Anda. Manfaat yang akan Anda peroleh dengan merekrut internal, antara lain Menghemat waktu dan biaya untuk job ads. Membentuk jalur karier karyawan dengan promosi dan pelatihan, yang berdampak meningkatkan moral karyawan. Karyawan familiar terhadap budaya, visi, dan misi perusahaan, sehingga tak butuh waktu lama untuk beradaptasi ke posisi baru. Karyawan dapat meningkatkan produktivitas dalam peran barunya dibanding karyawan baru. 3 Mengandalkan wawancara Hal jamak kalau user atau manajer hanya mengandalkan wawancara untuk menerima kandidat. Alasannya, untuk mempersingkat waktu dan telah mengenal kandidat. Namun keterampilan seseorang bisa berubah, begitu pula aspek pekerjaan. Hal itu berhubungan ketika dia kerap menggunakannya atau tidak dalam pekerjaan sehari-hari. Solusi HR dan user memberikan skill test untuk mengetahui kemampuan terkini dari kandidat. Laszlo Bock, CEO dan cofounder HUMU, dulu Senior Vice President of People Operations Google, mengatakan dalam buku Work Rules! bahwa kebanyakan wawancara itu membuang waktu. Pasalnya, sebagian besar pewawancara menghabiskan waktu mereka untuk mengonfirmasi kesan yang mereka bentuk dari pelamar dalam 10 detik pertama saat mereka bertemu kandidat. 4 Merekrut kandidat kurang berkualitas Ada manajer yang cenderung merekrut kandidat kurang berkualitas. Manajer seperti itu, tidak mau mempekerjakan karyawan yang lebih berbakat darinya, karena khawatir posisinya terancam. Ketika seseorang ditetapkan sebagai karyawan baru, ia hanya bertahan beberapa bulan. Alasannya dia tidak mampu mengerjakan tugas-tugasnya. Ujung-ujungnya, HR harus mencari kandidat lagi. Solusi Meski karyawan yang diterima kurang berkualitas, HR dapat memberikan masukan kepada manajer untuk meningkatkan keterampilan pada karyawan tersebut. Misalnya, memberikannya program pelatihan, coaching, atau mentoring. 5 Mendiskriminasi kandidat Hindari mendiskriminasi kandidat di lingkungan kerja, termasuk dalam proses rekrutmen. Misalnya, mendiskriminasi berdasarkan latar belakang, kelas sosial, etnis, usia, atau jenis kelamin. Solusi Tidak mendiskriminasi dalam bentuk apa pun. Saat menerima kandidat terlepas dari pembedaan perlakuan, Anda akan memiliki talent pool yang dapat meningkatkan peluang dalam perekrutan kandidat terbaik bagi organisasi. 6 Tidak mengetahui pasar tenaga kerja Masalah berikutnya adalah Anda tidak mengetahui pasar tenaga kerja. Perusahaan yang hanya memiliki satu HR di perusahaan dan tidak memiliki informasi terkini mengenai pasar ketenagakerjaan cenderung mengalami kesulitan saat mencari kandidat terbaik. Solusi Menggunakan jasa recruitment agency merupakan solusi tepat bagi perusahaan Anda. Dengan begitu, HR perusahaan dapat menjalankan tugas-tugasnya dan agensi akan memberitahukan Anda mengenai kondisi pasar tenaga kerja saat ini, insight sudut pandang kandidat mengenai pekerjaan, mengatur jadwal wawancara, negosiasi gaji, hingga mengenalkan perusahaan kepada kandidat. 7 Tidak melakukan employer branding Perusahaan yang tidak melakukan employer branding, kemungkinan mendapatkan kandidat berkualitas pun terbatas. Kandidat akan memilih perusahaan yang mereka kenal melalui produk atau jasa serta mempunyai akun media sosial. Reputasi negatif perusahaan juga dapat membuat kandidat enggan melamar bekerja di perusahaan Anda. Solusi Buat akun media sosial untuk employer branding. Lalu isi konten foto kegiatan, testimoni karyawan tentang serunya bekerja di perusahaan, tonjolkan budaya perusahaan berupa video, dan berikan citra positif untuk organisasi. 8 Mengharapkan kandidat sempurna Anda dapat memiliki kriteria karyawan sempurna. Dalam rekrutmen, apakah Anda akan menunggu kandidat dengan keterampilan dan kualifikasi sempurna? Berapa lama waktu yang Anda butuhkan? Kalau mengulur-ulur waktu rekrutmen hanya untuk mendapatkan kandidat sempurna, Anda bisa menghambat produktivitas tim. Dampak ekstrimnya, perusahaan tidak bisa mencapai tujuannya. Solusi Daripada menunggu seseorang yang 100% cocok dengan lowongan pekerjaan, sebaiknya pilih kandidat yang memenuhi sebagian besar kualifikasi dan memiliki soft skill. Ketika bekerja, mereka dapat mengasah keterampilan khusus terkait pekerjaan. 9 Berharap terlalu banyak Walau kandidat telah menuliskan pengalaman dan kualifikasi di curriculum vitae dengan jelas, Anda tak boleh berharap terlalu banyak. Misal pengalaman kerja kandidat di industri retail, bukan berarti dia tahu seluk beluk dunia retail, atau kandidat lulusan universitas negeri terkemuka bukan berarti dia memahami tugas kerja dengan cepat. Solusi Berikan kandidat skill test agar mengetahui keterampilannya relevan terhadap posisi yang dibutuhkan atau mengajaknya ke dalam focus group discussion untuk menyaksikan kemampuannya menyelesaikan masalah. 10 Terburu-buru dalam rekrutmen Memang, Anda tak mengharapkan kandidat sempurna. Namun jangan terburu-buru dalam memutuskan kandidat yang diterima. Karena hal itu bisa menjadi masalah bagi organisasi. Solusi Tetapkan linimasa kerja. Misal waktu dua minggu untuk satu posisi, mulai dari wawancara dengan Anda, memberikan skill test, wawancara bersama user atau manajer, penerimaan dan melengkapi administrasi, hari pertama onboarding karyawan baru. Jika dalam dua minggu, Anda belum menemukan kandidat, coba mempekerjakannya sebagai pekerja freelance atau kontributor untuk menangani posisi yang lowong. 11 Proses rekrutmen terlalu lama Masalah terakhir adalah proses rekrutmen terlalu lama. Khususnya Anda atau user yang mengharapkan kandidat sempurna, sibuk membanding-bandingkan antar kandidat, atau proses tertunda karena kesibukan pekerjaan. Solusi Anda harus berdisiplin terhadap linimasa kerja yang telah ditetapkan. Dorong user untuk melakukan hal sama. Jika terlalu lama memutuskan, kandidat incaran Anda bisa direbut oleh kompetitor. Penutup Rekrutmen bukan perkara mudah. Saat karyawan baru memasuki onboarding, dampingi dan libatkan karyawan yang akan menjadi rekan setim dengan yang bersangkutan. Hal tersebut perlu dilakukan oleh HR agar karyawan baru sepenuhnya terintegrasi ke dalam tim serta memiliki kinerja yang sejalan dengan tujuan, budaya, visi, dan misi perusahaan. Berikan pula dukungan hingga penuhi kebutuhan kandidat, jika memungkinkan, agar dia memiliki sense of ownership terhadap pekerjaan. - Peserta seleksi rekrutmen BUMN Badan Usaha Milik Negara 2023 perlu mempersiapkan diri supaya lolos seleksi tertulis dan pengumuman resminya, peserta seleksi yang lolos administrasi akan melanjutkan proses seleksi pada tahap tes kemampuan dasar TKD dan AKHLAK pada 10 -19 Juni apabila kembali lolos pada tahap tersebut, maka peserta akan mengikuti tes bahasa Inggirs yang akan digelar pada 8–12 Juli jika lolos pada tahap tes Bahasa Inggris, maka peserta akan melangsungkan tes tahap akhir yang meliputi wawancara, kompetensi bidang, Socmed Analytic dan Digital, Mindset dan MCU 22 Juli–9 Agustus 2023. Peserta yang berhasil lolos hingga tahap akhir akan dinobatkan sebagai pegawai BUMN Lolos Seleksi Tertulis dan Wawancara BUMN 2023 Ketatnya persaingan dan banyaknya tahapan yang harus dilalui oleh peserta agar menjadi salah satu karyawan BUMN membuat setiap peserta perlu mempersiapkan diri dengan sejumlah kiat dan tips agar berhasil. Berikut ini adalah tips lolos seleksi tertulis dan wawancara BUMN 20231. Percaya diri saat wawancara Ilustrasi menunggu giliran wawancara kerja. FOTO/Istockphoto Wawancara adalah proses yang disiapkan oleh panita rekrutmen untuk mengetahui potensi diri dari peserta secara langsung. Ini erat kaitannya dengan interaksi pribadi dengan orang lain atau atasan. Sehingga, percaya diri adalah kunci untuk lolos tes ini. Percaya diri yang dimaksud bukan berarti secara berlebihan mempromosikan diri, tapi dalam artian tidak gugup dan tetap tenang saat menjelaskan potensi dan kemampuan yang Akhlak Ilustrasi. FOTO/iStockphotoAkhlak yang baik adalah kriteria penting yang harus ada di dalam diri calon pegawai BUMN. Penting untuk mempersiapkan akhlak saat tes tiba. Perihal akhlak ini bahkan adalah penilai yang masuk ke dua jenis tes yaitu tertulis maupun Siapkan strategi dan simulasi bisnis sebelum wawancara Ilustrasi. foto/IStockphotoSaat wawancara, kemungkinan pewawancara akan mengajukan pertanyaan simulasi keadaan permasalahan bisnis yang harus dihadapi seorang pegawai BUMN. Oleh karena itu, siapkan diri agar dapat menjawab dengan menggunakan strategi bisnis yang Latihan soal Ilustrasi ujian. foto/IstockphotoBanyak contoh soal latihan yang dapat dikerjakan sebagai sarana latihan. Semakin banyak belajar mengerjakan soal, semakin besar peluang untuk lolos tes Persiapkan diri sebelum tes berlangsung Ilustrasi mencari kerja. FOTO/IstockphotoSebelum memasuki ruang tes tertulis dan wawancara, peserta biasanya diwajibkan membawa sejumlah persyaratan seperti tanda pengenal, kartu ujian, dan lain sampai hal-hal kecil namun krusial tersebut menghambat proses tes. Dianjurkan untuk siap menghadiri tes setengah jam sebelum mulai waktunya. Terakhir, jaga kesehatan. Jangan sampai kondisi tubuh tidak prima menggagalkan juga Tips Tes Rekrutmen BUMN 2023 dan Hal-Hal yang Harus Dihindari Contoh Soal Tes Online Tahap 1 Rekrutmen BUMN 2023 & Jawabannya Info Penambahan Kuota Rekrutmen BUMN 2023, Formasi, Jurusannya - Gaya Hidup Penulis Balqis FallahndaEditor Dhita Koesno Para HRD tak asing lagi dengan istilah rekrutmen dan seleksi. Kedua istilah tersebut saling berkaitan satu sama lain dalam ruang lingkup yang sama, yakni manajemen SDM. Meskipun kedua istilah ini merujuk kepada pencarian kandidat terbaik, kedua istilah tersebut sebenarnya sangat berbeda. Apa perbedaan rekrutmen dan seleksi? Untuk lebih lengkapnya, mari simak uraian berikut! Apa Itu Rekrutmen dan Seleksi?Rekrutmen dan seleksi merupakan bagian dari siklus SDM perusahaan. Proses ini sangat penting untuk memastikan bahwa perusahaan mempekerjakan kandidat yang tepat demi menjaga kestabilan proses rekrutmen mengacu pada proses menemukan kandidat potensial dan menawarkan mereka kesempatan untuk dipekerjakan di perusahaan pada posisi tertentu. HR recruiter yang bertugas menjangkau para pencari kerja akan memposting iklan pekerjaan yang menarik di job portal atau media lainnya milik itu, seleksi melibatkan proses menemukan kandidat yang memenuhi syarat dari kumpulan pelamar. Tujuan utamanya adalah menyaring setiap pelamar dan menentukan apakah mereka memiliki kompetensi dan kualifikasi untuk memenuhi pekerjaan yang dibutuhkan dalam Juga Kiat Meningkatkan Employee Branding Demi Bersaing dalam RekrutmenPerbedaan Rekrutmen dan Seleksi Setelah mempelajari arti dari rekrutmen dan seleksi, mari selanjutnya membahas mengenai perbedaan rekrutmen dan seleksi! PengertianSeperti yang sudah disebutkan sebelumnya, rekrutmen mengacu pada proses mencari kandidat potensial dan mendorong pencari kerja untuk melamar. Sedangkan seleksi adalah suatu kegiatan yang melibatkan pemilihan kandidat terbaik di antara daftar pelamar sesuai dengan kebutuhan utama rekrutmen adalah untuk meningkatkan jumlah individu yang cocok secara kualifikasi dan digabung dalam suatu talent pool. Barulah kemudian seleksi akan “mengurangi” jumlah individu dalam talent pool hingga hanya tersisa satu atau beberapa kandidat yang memenuhi tujuan dari rekrutmen adalah mengiklankan lowongan pekerjaan semenarik mungkin agar pelamar kerja mau mendaftar dan megumpulkan kandidat-kandidat unggulan. Proses selanjutnya adalah seleksi yang bertujuan mencari kandidat yang paling memenuhi syarat di talent pool untuk mengisi lowongan di suatu adalah proses sederhana di mana HR recruiter tidak terjun langsung untuk meneliti kandidat. HR recruiter hanya membuat sebuah iklan lowongan yang dapat mendorong pencari kerja yang tertarik untuk melamar. Dalam proses seleksi, HR recruiter harus mempelajari setiap detail dari kandidat yang melamar untuk lowongan tersebut. Proses ini tergolong cukup rumit dibandingkan rekrutmen karena HR recruiter harus melakukan background checking dan bekerja sama dengan user apabila Juga Ini Tips Cek Background Karyawan Saat Proses RekrutmenHubungan KontraktualKarena rekrutmen hanya melibatkan iklan posisi terbuka dalam suatu organisasi, calon potensial tidak terikat oleh hubungan kontrak dengan perusahaan. Sehingga kandidat bebas mendaftar di perusahaan mana tahapan seleksi, kandidat yang dianggap memenuhi syarat akan diberikan perjanjian kontrak kerja. Sifat dari kontrak ini sangat mengikat dan dikenakan sanksi hukum apabila kandidat melanggar kontrak. Contohnya karyawan akan dikenakan pinalti kerja ketika resign mendahului waktu yang ditentukan. MetodeRekrutmen hanya membutuhkan satu metode yakni memasang iklan pekerjaan di job portal atau sosial media yang membutuhkan biaya relatif sedikit dibandingkan seleksi. Metode pada seleksi akan menyaring seluruh kandidat seperti tes psikotes, medical check-up, dan lain-lain. Karena metodenya yang tidak sedikit, biaya yang dibutuhkan juga tidak recruiter berpacu dengan waktu untuk mencari kandidat unggulan. Keberhasilan suatu rekrutmen dan seleksi kembali pada karyawan itu sendiri. Jika karyawan itu cocok untuk suatu pekerjaan, maka seluruh organisasi akan menikmati aplikasi rekrutmen dari LinovHR untuk membuat sistem rekrutmen perusahaan Anda lebih praktis! Anda jadi lebih mudah melakukan seleksi untuk mencari talenta terbaik yang siap berkontribusi bersama perusahaan. Pengelolaan informasi kandidat hingga proses onboarding dapat lebih sistematis. Rekrutmen dan seleksi membantu dalam memilih kandidat yang tepat untuk posisi yang tepat. Semoga pembahasan mengenai perbedaan rekrutmen dan seleksi di atas dapat membantu. ©️ Unsplash Dalam proses hiring, HR umumnya menggabungkan beberapa metode seleksi rekrutmen karyawan, seperti tahapan seleksi dokumen dan wawancara. Beberapa perusahaan juga menambahkan tes kemampuan dan kepribadian. Tujuannya adalah memperketat penyaringan sehingga menghasilkan kandidat yang benar-benar berkualifikasi. Berikut ini 10 metode seleksi rekrutmen karyawan yang umum digunakan oleh HR perusahaan. Seleksi surat lamaranPemeriksaan resumeTes keterampilanTes kepribadianPengecekan referensiWawancaraPraktik kerja dengan proyek miniTes kesehatanPenilaian soft skillPemeriksaan portofolioBuat proses rekrutmen lebih efisien dengan bantuan platform rekrutmen Berikut ini 10 metode seleksi rekrutmen karyawan yang umum digunakan oleh HR perusahaan. Seleksi surat lamaran Metode rekrutmen ini merupakan metode tradisional yang digunakan secara luas. Anda dapat meminta pelamar menulis surat lamaran dalam satu halaman tentang alasan mengapa mereka cocok untuk posisi yang ditawarkan, motivasi mereka dalam melamar pekerjaan di perusahaan Anda, pengalaman apa yang relevan, dan bagaimana mereka akan menjalankan peran barunya. Anda bisa menilai sebaik apa kandidat dalam menampilkan diri mereka. Pemeriksaan resume Screening resume adalah metode paling lazim dalam rekrutmen karyawan. Metode ini mencocokkan profil kandidat dengan job description dan kualifikasi peran melalui pemeriksaan daftar pengalaman dan keterampilan. Kini Anda dapat melakukannya lebih cepat dengan software otomatis yang sanggup menyeleksi ratusan hingga ribuan resume kandidat, kemudian menyusun peringkat kandidat. Tes keterampilan Skill test merupakan metode seleksi yang adil dan tidak bias karena menilai berdasarkan penguasaan keterampilan kandidat dalam menyelesaikan pekerjaan, bukan hanya berdasarkan seleksi dokumen. Tes ini dapat menguji apakah informasi yang diberikan kandidat di resume sesuai dengan kemampuan mereka sesungguhnya. Tes kepribadian Melalui tes ini, Anda bisa memahami karakter kepribadian kandidat sehingga Anda dapat menilai kecocokan mereka dengan jenis pekerjaan. Ada beberapa tes kepribadian yang bisa Anda pilih, misalnya Big Five, 16 Personalities, dan DISC. Memilih kandidat yang cocok dengan jenis peran memungkinkan mereka bertahan lebih lama di pekerjaannya. Pengecekan referensi Referensi juga merupakan metode tradisional yang tetap dipakai oleh banyak perusahaan karena dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai rekam jejak, kualitas pekerjaan, serta perilaku kandidat. Biasanya, HR atau perekrut menghubungi mantan atasan untuk menggali informasi di atas. Untuk menghindari subjektivitas, Anda dapat meminta lebih dari satu nama untuk Anda hubungi. Wawancara Sesi wawancara memang tidak mengungkap kemampuan kandidat dalam pekerjaan sesungguhnya, tetapi para perekrut dapat menilai aspek lain seperti motivasi dan rencana kandidat ke depan jika terpilih untuk mengisi peran. Selain itu, kehadiran teknologi AI dapat membantu mengenali respons, gesture, dan intonasi kandidat, untuk menilai karakter mereka. Praktik kerja dengan proyek mini Ini merupakan metode yang meyakinkan untuk mengukur kemampuan kandidat, sehingga memperkecil risiko Anda mempekerjakan orang yang salah. Dengan merancang simulasi kerja dalam bentuk proyek mini, Anda akan mengetahui bagaimana pendekatan kandidat dalam mengatasi kesulitan, memecahkan masalah, dan mencapai target sesuai rencana. Namun, metode ini memakan waktu. Tes kesehatan Umumnya, tes kesehatan menjadi pelengkap dalam rekrutmen, meski dalam beberapa kasus bisa jadi faktor yang sangat menentukan. Jika jenis pekerjaan Anda membutuhkan kondisi fisik yang prima dan tidak boleh ada riwayat penyakit yang dapat mengganggu kinerja karyawan, maka tes kesehatan wajib dimasukkan sebagai tahapan seleksi. Penilaian soft skill Ini hampir sama dengan tes kepribadian, dengan fokus mengukur keterampilan sosial kandidat, seperti kepemimpinan, komunikasi, interpersonal, penanganan konflik, dan pemecahan masalah. Beberapa perusahaan saat ini mempertimbangkan soft skill sebagai keterampilan yang harus dikuasai untuk menjalankan peran yang dibutuhkan perusahaan di luar keterampilan teknis. Pemeriksaan portofolio Memeriksa contoh hasil pekerjaan bisa memberikan gambaran tentang kualitas pekerjaan kandidat. Penilaian portofolio bisa menjadi metode seleksi yang tepat, di mana Anda dapat melihat kelebihan dan kelemahan hasil pekerjaan kandidat, dan memprediksi bagaimana mereka akan bekerja untuk Anda. Buat proses rekrutmen lebih efisien dengan bantuan platform rekrutmen Untuk mendapatkan hasil rekrutmen yang berkualitas, perlu kombinasi beberapa metode dan menerapkannya secara benar. Namun, semakin banyak metode dan tahapan, proses seleksi rekrutmen karyawan akan semakin panjang sehingga tidak efisien dari segi waktu dan biaya. Solusinya, Anda dapat mencoba proses rekrutmen Glints TalentHunt yang andal dan bebas risiko di Lebih dari perusahaan telah menggunakan jasa TalentHunt untuk merekrut top talent dengan skor kepuasan 8/10. Platform rekrutmen online ini membantu Anda merekrut karyawan berkualifikasi hanya dalam waktu 3 minggu. Selain memiliki tim spesialis berpengalaman, kami juga menggunakan teknologi AI yang memungkinkan screening kandidat dilakukan secara otomatis dan cepat, bahkan mampu memeriksa ribuan profil top talent dalam waktu singkat. Kami akan mempertemukan Anda dengan beberapa kandidat peringkat teratas hasil penyaringan untuk Anda wawancara. Tak perlu khawatir jika kandidat yang Anda rekrut tidak cocok dengan peran di organisasi Anda, kami memberikan garansi penggantian kandidat gratis dalam 90 hari pertama. Glints adalah job marketplace terdepan di Asia yang menyediakan portal online untuk posting iklan gratis dan tanpa batas. Buat akun di lalu siapkan tim Anda untuk menyeleksi pelamar. Penulis Ari Susanto Gabung dengan Komunitas untuk Perusahaan! Dapatkan newsletter gratis kami untuk terus terupadate tentang tren industri dan insight HR di Indonesia dan Asia Tenggara lewat email! Anda perlu mempersiapkan pertanyaan tentang perekrutan karyawan untuk mendapatkan karyawan idaman anda. Simak tips lengkapnya dalam artikel ini Alek Kurniawan Hiring Tips Table of Contents Free Job Posting on Multiple Job Boards 14 Days Free Trial No Credit Card Required Proses rekrutmen atau perekrutan karyawan adalah tahap yang krusial bagi perusahaan dan pencari kerja. Umumnya, proses perkerutan adalah meliputi seleksi berkas melalui CV pelamar, tes kemampuan dan bakat, tes psikologi, dan interview dengan HR serta sesi wawancara, Anda sebagai HR atau perekrut harus menyiapkan beberapa pertanyaan untuk menilai kesesuaian kandidat dengan kebutuhan perusahaan. Pada artikel ini, Anda akan mengetahui informasi tentang pertayaan tentang perekrutan karyawan, cara menyeleksi karyawan sesuai kebutuhan, dan tantangan yang dihadapi perusahaan dalam proses Tahapan Seleksi dalam Perekrutan Karyawan? 10 Pertanyaan Wawancara Kerja dan TujuannyaTantangan Apa Saja yang Dihadapi saat Perekrutan Karyawan? Bagaimana Tahapan Seleksi dalam Perekrutan Karyawan? Dalam proses perekrutan karyawan, ada beberapa tahapan seleksi yang harus dilakukan. Tahapan-tahapan ini bertujuan untuk mengetahui seberapa cocok kandidat dengan kebutuan memahami tahapan seleksi dalam perekrutan, berikut pembahasannya. 1. Perusahaan mengiklankan lowongan kerja Tahap pertama yang dilakukan perusahaan dalam perekrutan karyawan adalah mempublikasikan informasi lowongan kerja yang dibutuhkan. Perusahaan memiliki banyak opsi untuk publikasi, bisa melaui website perusahaan atau situs lowongan kerja. 2. Penerimaan dan seleksi berkas atau CV Setelah menyebarkan informasi lowongan kerja, para pencari kerja akan melamar dengan menyertakan surat lamaran, curriculum vitae CV, portofolio, dan syarat lain yang dibutuhkan. Tugas perusahaan selanjutnya adalah menyeleksi kandidat berdasarkan berkas yang dikirim. 3. Tes penerimaan Tahap berikutnya, perusahaan perlu menyelenggarakan tes penerimaan bagi kandidat yang terpilih pada tahapan seleksi berkas. Tes yang dilakukan umumnya meliputi tes kemampuan dan bakat, tes tertulis, dan tes psikologi. 4. Wawancara kerja Ini adalah tahapan paling krusial untuk memperdalam informasi yang tertulis pada CV. Biasanya, tahapan wawancara kerja terdiri dari dua bagian, wawancara dengan bagian HR atau personalia dan wawancara dengan pimpinan departemen atau user. Pada tahapan ini, pewawancara harus menyiapkan pertanyaan tentang perekrutan karyawan secara baik dan detail. Manfaatkan tahapan ini sebaik-baiknya agar tidak salah memilih kandidat. 5. Evaluasi medis Setelah perusahaan memilih kandidat terbaik, langkah selanjutnya adalah melakukan tes medis atau medical check-up. Evaluasi medis ini bertujuan untuk mengetahui kesehatan calon karyawan dan menjadi tahapan terakhir sebelum penawaran kerja. 6. Penawaran kerja Setelah semua tahapan berhasil dilewati oleh calon karyawan, perusahaan akan mengirimkan penawaran kerja yang meliputi kontrak hak dan kewajiban, besaran gaji yang diterima, fasilitas yang didapatkan, serta informasi penting lain sebelum calon karyawan resmi bekerja. Dalam proses wawancara, banyak pelamar akan merasa gugup. Namun, tahukah Anda bahwa tak sedikit pula para HR dan user yang juga gugup saat melakukan proses bertanya kepada calon karyawan. Rasa gugup tersebut lebih kepada ekspektasi dan realitas kandidat yang akan dihadapi. Beberapa bahkan merasa bingung pertanyaan apa yang akan ditanyakan pada sesi wawancara. Umumnya, 10 pertanyaan tentang perekrutan karyawan ini sering ditanyakan oleh perekrut. 1. Ceritakan tentang diri Anda Umumnya, pertanyaan ini digunakan sebagai pertanyaan tentang perekrutan karyawan pertama untuk mengenal kandidat. Pertanyaan ini juga bisa menjadi informasi berharga bagi perekrut karena kandidat akan menjelaskan background pendidikan, pengalaman kerja sebelumnya, dan kemampuan yang dikuasai. 2. Apa kelebihan Anda? Anda bisa memberikan pertanyaan ini kepada kandidat untuk mengetahui seberapa kompeten dia dengan posisi yang dibutuhkan. Selain itu, apakah ada kelebihan lain yang dimiliki kandidat untuk menambah nilai tertentu yang bisa kandidat berikan bagi perusahaan. 3. Apa kelamahan Anda? Berbading terbalik dengan pertanyaan tentang perekrutan karyawan sebelumnya, pertanyaan ini lebih menekankan kepada seberapa jauh kandidat mengenal dirinya. Pada dasarnya, jangan hanya terpaku pada kelemahan yang dimiliki kandidat, tapi gali lebih jauh lagi bagaimana kandidat mengatasi kelemahan tersebut. 4. Apa yang membuat Anda tertarik melamar ke perusahaan ini? Dalam melamar lowongan kerja, banyak kandidat yang memang membutuhkan pekerjaan tersebut dan memiliki impian untuk bekerja di perusahaan Anda. Namun, tak sedikit pula pelamar kerja yang hanya iseng untuk coba-coba melamar. Untuk itu, pertanyaan ini bisa menjadi landasan Anda untuk mengetahui motivasi pelamar untuk bekerja di perusahaan Anda. 5. Apa rencana Anda 5 tahun ke depan? Jika Anda membutuhkan karyawan yang loyal terhadap perusahan, Anda bisa menanyakan pertanyaan ini. Dalam 5 tahun ke depan, bagaimana rencana calon karyawan, apakah impian atau goals yang ingin ia capai sesuai dengan tujuan perusahaan atau tidak. 6. Kenapa keluar dari perusahaan sebelumnya? Tanyakan pertanyaan tentang perekrutan karyawan ini untuk mengetahui alasan kandidat berhenti atau resign dari perusahaan tempat ia bekerja sebelumnya. Sebaiknya, jangan mengintervensi terlalu berlebihan agar karyawan bisa menjawab dan menceritakannya secara jujur. 7. Bagaimana cara Anda menghadapi tekanan? Pertanyaan ini bertujuan untuk mengetahui seberapa baik calon karyawan dalam manajemen dirinya terkait tekanan pekerjaan. Bila posisi yang dibutuhkan memang memiliki tingkat tekanan yang tinggi, ceritakan juga ke kandidat agar Anda tahu bagaimana respons dia terhadap pekerjaan yang akan dihadapi saat diterima. 8. Kapan Anda bisa mulai bekerja? Jika Anda membutuhkan calon karyawan untuk bekerja secepatnya, tanyakan pertanyaan ini. Selain bertujuan untuk mengetahui kapan waktu terbaik dia bisa bergabung, pertanyaan ini juga memiliki fungsi untuk mengetahui semangat dan motivasi calon karyawan. 9. Lingkungan kerja seperti apa yang Anda sukai? Setiap perusahaan memiliki lingkungan kerja yang berbeda-beda. Tidak semua karyawan bisa cocok dengan semua gaya atau lingkungan kerja. Oleh karena itu, Anda bisa menanyakan pertanyaan ini untuk mengetahui gaya bekerja calon karyawan. 10. Berapa gaji yang Anda harapkan? Setelah menggali informasi terkait kualifikasi, kemampuan, dan sifat calon kandidat, Anda bisa menutup sesi wawancara dengan menanyakan seberapa besar gaji yang diharapkan. Pertanyaan ini bertujuan untuk menyesuaikan slot gaji yang disediakan dengan besaran gaji yang kandidat harapkan. Bila kandidat memiliki kualifikasi yang sangat sesuai dengan kriteria perusahaan, tetapi menghendaki gaji yang lebih besar, tak ada salahnya untuk menerimanya dengan beberapa catatan pada masa uji coba atau probation. Tantangan Apa Saja yang Dihadapi saat Perekrutan Karyawan Dalam proses perekrutan, tak jarang perusahaan menemukan tantangan dan kesulitan. Selain harus mendapatkan calon karyawan yang sesuai kebutuhan, perekrut juga harus memiliki strategi tepat untuk mempertahankan baru-baru ini ada fenomena banyak karyawan yang mengundurkan diri di Amerika Serikat. Data Job Openings and Labor Turnover Survey JOLTS menunjukkan, Amerika Serikat mencatat rekor tebaru dengan 4,3 juta orang memilih berhenti bekerja pada Agustus 2023. Apakah fenomena tersebut bisa terjadi di Indonesia? Kemungkinan itu selalu ada. Oleh karena itu, perusahaan harus mengetaui tantangan yang dihadapi saat perekrutan karyawan dan solusinya. 1. Menemukan kandidat sempurna adalah tantangan utama proses perekrutan Solusinya, jangan terlalu berekspektasi terhadap calon karyawan. Bila berekspektasi berlebihan justru bisa menjadi backfire yang membuat perusahaan sulit mencari karyawan untuk bekerja. Sebaiknya, sediakan program pelatihan atau pendidikan untuk karyawan baru agar mereka makin mahir dan memiliki kemampuan yang diharapkan. 2. Tidak semua offering letter diterima calon karyawan Pada era disruspi seperti sekarang, persaingan dalam perekrutan karyawan menjadi semakin ketat. Perusahaan perlu bersaing dengan perusahaan lain untuk memberikan penawaran terbaik yang sesuai dengan kemampuan dan kualifikasi kandidat. Untuk itu, jangan berharap semua offering letter atau surat penawaran kerja yang perusahaan tawarkan langsung diterima oleh karyawan. Sebaiknya, manfaatkan proses negosiasi untuk menemukan titik tengah antara kedua belah pihak. Ya, ketiga hal ini menjadi masalah klasik dalam proses perekrutan karyawan baru. Perusahaan perlu mencari solusi praktis agar proses perekrutan menjadi menyenangkan. Salah satu jawabannya adalah bekerja sama dengan penyedia solusi perekrutan cerdas, seperti merupakan platform rekrutmen terbaik untuk perusahaan cerdas yang membantu menangani tugas rekrutmen yang memakan waktu dan berulang. Dengan GrabJobs, perusahaan hanya perlu memposting lowongan kerja ke berbagai job board dengan satu kilk. Kemudian, informasi lowongan pekerjaan secara otomatis akan diposting di lebih dari 20 job boards, termasuk juga bisa memanfaatkan teknologi Interview Chatbots untuk mengotomatiskan proses penyaringan dan penilaian kandidat di tahap pertama. Untuk proses wawancara, GrabJobs juga menyediakan fitur Penjadwalan Wawancara Otomatis dan Interview Video untuk meningkatkan kehadiran pelamar saat adalah platform automasi rekrutmen yang menyediakan fitur Applicant Tracking System yang intuitif dan mudah mengetahui lebih banyak manfaat GrabJobs bagi perusahaan, Anda bisa mengunjungi laman Semoga membantu Anda dalam proses perekrutan karyawan. Alek Kurniawan Alek is a professional content writer with 5+ years experience in the content industry. He is a former journalist passionate about writing on different topics such as technology, recruitment, lifestyle and travel. “The future depends on what you do today” from Mahatma Gandhi is one of his favorite quotes. Read more GrabJobs is trusted by 20,000+ employers to hire fast. Hire Staff in Minutes! Create a free account in just 2 your first job posted today! Recently Published

pertanyaan diskusi tentang rekrutmen dan seleksi