Pemahamanindividu dan masyarakat dalam mengerti ”TEORI REVA RUBIN” sangat minim padahal di zaman yang berkembang di negara ini sudah cukup banyak perantara untuk menyampaikan informasi. Bagi individu – individu yang mengetahui dampak ataupun pemahaman tentang pentingnya ”TEORI REVA RUBIN” secara menyeluruh namun tidak Ikteruspada bayi yang baru lahir dapat merupakan suatu hal yang fisiologis (normal), terdapat pada 25% - 50% pada bayi yang lahir cukup bulan. Tapi juga bisa merupakan hal yang patologis (tidak normal) misalnya akibat berlawanannya Rhesus darah bayi dan ibunya, sepsis (infeksi berat), penyumbatan saluran empedu, dan lain-lain. Saat itu aku terlahir dalam keadaan menangis dan bingung untuk apa aku disini, Namun mereka disekelilingku tersenyum akan kehadiranku. Saat itulah dalam hidupku aku bertekad. Aku ingin memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi mereka, yang membuat senyum itu tetap ada walau aku telah tiada. Dan kelak ketika aku menutup mata, aku ingin tersenyum Agarbisa berfungsi secara normal, arteri seharusnya tidak mengalami penyumbatan. Ketika terjadi penyumbatan pada arteri, kamu memiliki risiko untuk mengalami stroke. Penyumbatan pada arteri ini bisa terjadi karena sejumlah alasan seperti usia, riwayat keluarga, tekanan darah tinggi, kebiasaa makanan tak sehat, gula darah tinggi, serta gaya Umumnyafraktur disebabkan oleh tekanan eksternal yang datang lebih besar dibandingkan dengan yang dapat diserap oleh tulang (M. Asikin, 2016). Anemia; Trombosis arteri; Trombosis vena dalam ; Sindrom kompartemen Perfusi jaringan perifer tidak efektif berhubungan dengan penyumbatan pembuluh darah; Tujuan: menunjukkan status sirkulasi Embolicerebral merupakan penyumbatan pembuluh darah otak oleh bekuan darah, lemak, udara. Pada umumnya emboli berasal dari thrombus di jantung yang terlepas dan menyumbat sistem arteri cerebral. Emboli tersebut berlangsung cepat dan gejala timbul kurang dari 10-30 detik. Beberapa keadaan di bawah ini dapat menimbulkan emboli : hk0eY. Iskemia memiliki arti dalam bidang ilmu kedokteran dan memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga iskemia dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan. Iskemia Anemia lokal yang disebabkan oleh penyumbatan arteri yang membawa darah. Kesimpulan Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, arti kata iskemia adalah anemia lokal yang disebabkan oleh penyumbatan arteri yang membawa darah. Iskemia memiliki arti dalam bidang ilmu kedokteran dan fisiologi. Anemia pada taraf ringan mungkin tidak memunculkan gejala yang begitu berarti. Namun, umumnya, gejala anemia adalah Merasa mudah marah Merasa lemah atau lelah lebih sering dari biasanya Sakit kepala Sulit berkonsentrasi atau berpikir Namun, kondisi ini bisa semakin parah apabila tidak kunjung ditangani. Jika semakin memburuk, gejala kurang darah yang muncul bisa lebih berat, seperti Warna putih pada bagian dalam kelopak mata bawah Kuku jari kaki dan tangan rapuh Punya keinginan makan makanan tidak bernutrisi yang disebut sebagai pica seperti makan es batu atau tanah Merasa pusing saat berdiri Warna kulit pucat Sesak napas Kapan saya harus ke dokter? Apabila merasa mudah lelah tanpa aktivitas berat atau bahkan tanpa alasan tertentu, cobalah untuk berkonsultasi ke dokter. Terutama jika Anda mengalami gejala-gejala di atas. Meski begitu, Anda belum tentu anemia sekalipun mengalami gejala di atas. Rasa lelah umumnya bisa jadi karena kadar hemoglobin rendah. Ini merupakan tanda awal Anda mungkin kekurangan zat besi atau penyebab lain. Anda bisa saja tak menyadari kadar Hb rendah. Hal ini umumnya diketahui ketika seseorang hendak melakukan donor darah tapi tak memenuhi kualifikasi karena kadarnya yang rendah. Periksakanlah ke dokter untuk penanganan dasar lebih lanjut. Penyebab Apa penyebab anemia? Penyebab anemia adalah kurangnya produksi sel darah merah. Ada banyak organ tubuh yang ikut bertanggung jawab untuk membantu membuat sel darah merah. Namun, sebagian besar pekerjaan ini dilakukan di sumsum tulang. Sumsum adalah jaringan lunak di tengah tulang yang membantu membentuk semua sel darah. Sel-sel darah merah yang masih muda umumnya dapat bertahan antara 90 – 120 hari. Secara alami, tubuh kemudian akan mengganti sel-sel darah tua dan sudah rusak. Proses ini semua diatur oleh hormon erythropoietin EPO yang dibuat di ginjal. Hormon ini akan memberikan sinyal kepada sumsum tulang Anda untuk membuat lebih banyak sel darah merah. Pada kebanyakan kasus, anemia disebabkan oleh kadar hemoglobin yang tidak mencukupi. Jenis-Jenis Jenis anemia berdasarkan penyebab Saat ini. ada lebih dari 400 jenis anemia yang telah teridentifikasi. Anemia akibat kekurangan zat besi, alias defisiensi besi adalah yang paling umum terjadi di seluruh dunia. Berikut ini adalah pembagian jenis-jenis anemia. 1. Akibat kurang produksi sel darah merah Anemia defisiensi zat besi, terjadi karena kemampuan tubuh dalam menyerap zat besi telah menurun. Anemia kekurangan vitamin B-12 dan folat Anemia karena penyakit kronis, seperti penyakit ginjal, leukemia atau kanker darah lainnya, lupus, HIV, dan rheumatoid arthritis. Anemia akibat efek samping kemoterapi, menyebabkan produksi sel darah merah dalam tubuh berhenti sementara. Anemia aplastik adalah kondisi kekurangan darah merah akibat kegagalan fungsi sumsum tulang. 2. Akibat kehilangan darah merah Anemia akibat kehilangan darah akut, bisa terjadi karena pembedahan, trauma, atau perdarahan akut dari luka Anemia kehilangan darah kronis, dapat terjadi karena menstruasi berat menorrhagia atau karena perdarahan saluran pencernaan. Kondisi ini juga dapat menyebabkan kekurangan zat besi. 3. Akibat kerusakan sel darah merah Anemia karena keturunan bisa terjadi akibat struktur hemoglobin atau sel darah merah berubah, sehingga membuatnya lebih rapuh atau berumur pendek, seperti anemia sel sabit, talasemia, defisiensi glukosa-6-fosfat dehidrogenase G6PD, defisiensi piruvat kinase, elliptocytosis herediter, dan spherocytosis herediter. Anemia hemolitik alloimun adalah jenis kurang darah akibat golongan darah yang tidak kompatibel. Ini bisa terjadi melalui reaksi transfusi atau pada kehamilan ketika darah ibu Rh-negatif dan darah janin Rh-positif. Anemia hemolitik autoimun adalah penyakit yang disebabkan oleh kekeliruan sistem kekebalan tubuh sehingga menyerang dan menghancurkan sel darah merah. Anemia induksi obat, terjadi akibat reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap efek obat antibiotik. Anemia hemolitik mekanis adalah penyakit yang disebabkan oleh kerusakan fisik pada sel darah merah. Faktor pemicunya dapat berupa efek alat medis, tekanan darah tinggi, atau bahkan aktivitas berat. Hemoglobinuria nokturnal paroksismal adalah jenis kekurangan darah yang terjadi ketika tubuh Anda menghancurkan sel darah merah lebih cepat. Selain itu tubuh juga membuat setiap jenis sel darah terlalu sedikit. Faktor Risiko Siapa saja yang berisiko mengalami kurang darah? Faktor-faktor ini akan meningkatkan risiko Anda mengalami penyakit anemia Pola makan kurang vitamin atau kadar nutrisi tertentu, seperti zat besi atau vitamin B12 Gangguan usus, seperti penyakit celiac dan penyakit Crohn Menstruasi Kehamilan Punya penyakit kronis, seperti kanker, ginjal atau gagal hati. Riwayat keluarga Faktor-faktor lain seperti pernah mengalami infeksi tertentu, penyakit darah, gangguan autoimun, alkoholisme, paparan bahan kimia beracun, juga dapat menurunkan produksi sel darah merah Komplikasi Apa komplikasi yang mungkin terjadi? Jika tidak diobati, gangguan ini dapat menyebabkan masalah kesehatan serius. Beberapa komplikasi yang dapat muncul akibat anemia yang tak ditangani adalah Kelelahan berat. Anda mungkin akan mudah lelah sehingga tidak dapat menyelesaikan tugas sehari-hari. Anda mungkin terlalu lelah untuk bekerja atau bahkan beraktivitas ringan Masalah jantung. Kondisi kekurangan darah ini dapat menyebabkan aritmia, yaitu denyut jantung yang cepat atau tidak teratur. Jantung Anda harus memompa lebih banyak darah untuk memenuhi kekurangan oksigen dalam darah. Kondisi ini bahkan dapat menyebabkan gagal jantung kongestif. Kematian. Beberapa kondisi keturunan, seperti anemia sel sabit, bisa menjadi serius dan menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa. Kehilangan banyak darah dengan cepat dan parah dapat berakibat fatal. Diagnosis & Pengobatan Bagaimana cara mendiagnosis anemia? Cara dokter mendiagnosis penyakit anemia adalah dengan lebih dulu memeriksa kondisi fisik pasien tersebut, dengan mencari tahu gejala-gejala yang muncul. Jika gejala yang Anda rasakan dicurigai sebagai kurang darah, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan darah lengkap juga disebut CBC, complete blood count yang dapat menunjukkan jika Anda memiliki anemia normositik. Jika tes darah lengkap Anda menunjukkan rendahnya jumlah sel darah merah yang berukuran normal, dokter mungkin akan merekomendasikan lebih banyak tes lanjutan untuk memastikan diagnosis secara resmi. Jika Anda lahir dengan kondisi ini, anggota keluarga yang lain juga mungkin perlu diuji. Tes lain untuk mendiagnosis anemia adalah Tes kadar zat besi, vitamin B12, asam folat, dan vitamin dan mineral lainnya Tes jumlah sel darah merah dan kadar hemoglobin Tes jumlah retikulosit Tes-tes lain mungkin dilakukan untuk menemukan masalah medis yang dapat menyebabkan Anda mengalami kekurangan darah. Bagaimana cara baca hasil diagnosis? Pada orang dewasa, kondisi anemia dapat ditandai dengan jumlah darah yang dibawa batas normal. Berikut adalah jumlah normal darah orang dewasa Hemoglobin Hb laki-laki 13,2 – 16,6 gram/dL dan perempuan 11,6 – 15,0 gram/dL Hematokrit laki-laki 40 – 52%; wanita 35 – 47% Setelah mendiagnosis dan hasilnya positif, dokter Anda mungkin merujuk Anda ke ahli hematologi, seorang dokter yang berspesialisasi dalam gangguan darah, untuk menentukan penyebab tubuh yang kekurangan darah. Apa tes medis lainnya yang dapat membantu diagnosis? Jika Anda dipastikan punya anemia, dokter Anda mungkin menganjurkan tes tambahan untuk menentukan penyebab yang mendasarinya. Misalnya, defisiensi zat besi dapat disebabkan oleh perdarahan kronis ulkus luka, polip jinak di usus besar, kanker usus besar, tumor atau masalah ginjal. Kadang mungkin perlu untuk mempelajari sampel sumsum tulang Anda untuk mendiagnosis kondisi kekurangan darah ini. Apa saja pilihan pengobatan untuk anemia? Pengobatan anemia umumnya dilakukan dengan tujuan mengatasi penyebab kekurangan darah Anda terlebih dahulu. Beberapa pengobatan dasar anemia yang akan dianjurkan dokter, biasanya Transfusi darah Kortikosteroid atau obat lain yang menekan sistem kekebalan tubuh Erythropoietin, obat yang membantu sumsum tulang Anda membuat lebih banyak sel darah Suplemen zat besi, vitamin B12, asam folat, atau vitamin dan mineral lainnya Penyakit ini bisa menjadi sangat parah, kronis, atau bahkan fatal ketika jenisnya adalah yang diwariskan. Namun, dengan pengobatan yang tepat, penyakit kekurangan darah yang paling parah sekalipun kemungkinan dapat diatasi. Pencegahan Bagaimana cara sederhana mengatasi dan mencegah anemia? Sering kali, Anda dapat mengatasi anemia dan mencegah kondisi kekurangan sel darah merah tanpa perlu perawatan medis khusus. Beberapa kondisi anemia memang tidak dapat dicegah. Namun, terdapat beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah anemia defisiensi zat besi dan vitamin dengan cara memilih diet yang mencakup berbagai vitamin dan nutrisi, seperti Konsumsi zat besi Konsumsi folat Konsumsi vitamin B12 Banyak konsumsi vitamin C OverviewAnemia is a problem of not having enough healthy red blood cells or hemoglobin to carry oxygen to the body's tissues. Hemoglobin is a protein found in red cells that carries oxygen from the lungs to all other organs in the body. Having anemia can cause tiredness, weakness and shortness of breath. There are many forms of anemia. Each has its own cause. Anemia can be short term or long term. It can range from mild to severe. Anemia can be a warning sign of serious illness. Treatments for anemia might involve taking supplements or having medical procedures. Eating a healthy diet might prevent some forms of anemia. Types Aplastic anemia Iron deficiency anemia Sickle cell anemia Thalassemia Vitamin deficiency anemia SymptomsAnemia symptoms depend on the cause and how bad the anemia is. Anemia can be so mild that it causes no symptoms at first. But symptoms usually then occur and get worse as the anemia gets worse. If another disease causes the anemia, the disease can mask the anemia symptoms. Then a test for another condition might find the anemia. Certain types of anemia have symptoms that point to the cause. Possible symptoms of anemia include Tiredness. Weakness. Shortness of breath. Pale or yellowish skin, which might be more obvious on white skin than on Black or brown skin. Irregular heartbeat. Dizziness or lightheadedness. Chest pain. Cold hands and feet. Headaches. When to see a doctorMake an appointment with your health care provider if you're tired or short of breath and don't know why. Low levels of the protein in red blood cells that carry oxygen, called hemoglobin, is the main sign of anemia. Some people learn they have low hemoglobin when they donate blood. If you're told that you can't donate because of low hemoglobin, make a medical appointment. From Mayo Clinic to your inbox Sign up for free and stay up to date on research advancements, health tips, current health topics, and expertise on managing health. Click here for an email preview. To provide you with the most relevant and helpful information, and understand which information is beneficial, we may combine your email and website usage information with other information we have about you. If you are a Mayo Clinic patient, this could include protected health information. If we combine this information with your protected health information, we will treat all of that information as protected health information and will only use or disclose that information as set forth in our notice of privacy practices. You may opt-out of email communications at any time by clicking on the unsubscribe link in the e-mail. CausesAnemia occurs when the blood doesn't have enough hemoglobin or red blood cells. This can happen if The body doesn't make enough hemoglobin or red blood cells. Bleeding causes loss of red blood cells and hemoglobin faster than they can be replaced. The body destroys red blood cells and the hemoglobin that's in them. What red blood cells doThe body makes three types of blood cells. White blood cells fight infection, platelets help blood clot and red blood cells carry oxygen throughout the body. Red blood cells have an iron-rich protein that gives blood its red color, called hemoglobin. Hemoglobin lets red blood cells carry oxygen from the lungs to all parts of the body. And it lets red blood cells carry carbon dioxide from other parts of the body to the lungs to be breathed out. Spongy matter inside many of the large bones, called bone marrow, makes red blood cells and hemoglobin. To make them, the body needs iron, vitamin B-12, folate and other nutrients from foods. Causes of anemiaDifferent types of anemia have different causes. They include Iron deficiency anemia. Too little iron in the body causes this most common type of anemia. Bone marrow needs iron to make hemoglobin. Without enough iron, the body can't make enough hemoglobin for red blood cells. Pregnant people can get this type of anemia if they don't take iron supplements. Blood loss also can cause it. Blood loss might be from heavy menstrual bleeding, an ulcer, cancer or regular use of some pain relievers, especially aspirin. Vitamin deficiency anemia. Besides iron, the body needs folate and vitamin B-12 to make enough healthy red blood cells. A diet that doesn't have enough of these and other key nutrients can result in the body not making enough red blood cells. Also, some people can't absorb vitamin B-12. This can lead to vitamin deficiency anemia, also called pernicious anemia. Anemia of inflammation. Diseases that cause ongoing inflammation can keep the body from making enough red blood cells. Examples are cancer, HIV/AIDS, rheumatoid arthritis, kidney disease and Crohn's disease. Aplastic anemia. This rare, life-threatening anemia occurs when the body doesn't make enough new blood cells. Causes of aplastic anemia include infections, certain medicines, autoimmune diseases and being in contact with toxic chemicals. Anemias linked to bone marrow disease. Diseases such as leukemia and myelofibrosis can affect how the bone marrow makes blood. The effects of these types of diseases range from mild to life-threatening. Hemolytic anemias. This group of anemias is from red blood cells being destroyed faster than bone marrow can replace them. Certain blood diseases increase how fast red blood cells are destroyed. Some types of hemolytic anemia can be passed through families, which is called inherited. Sickle cell anemia. This inherited and sometimes serious condition is a type of hemolytic anemia. An unusual hemoglobin forces red blood cells into an unusual crescent shape, called a sickle. These irregular blood cells die too soon. That causes an ongoing shortage of red blood cells. Risk factorsThese factors can increase risk of anemia A diet that doesn't have enough of certain vitamins and minerals. Not getting enough iron, vitamin B-12 and folate increases the risk of anemia. Problems with the small intestine. Having a condition that affects how the small intestine takes in nutrients increases the risk of anemia. Examples are Crohn's disease and celiac disease. Menstrual periods. In general, having heavy periods can create a risk of anemia. Having periods causes the loss of red blood cells. Pregnancy. Pregnant people who don't take a multivitamin with folic acid and iron are at an increased risk of anemia. Ongoing, called chronic, conditions. Having cancer, kidney failure, diabetes or another chronic condition increases the risk of anemia of chronic disease. These conditions can lead to having too few red blood cells. Slow, chronic blood loss from an ulcer or other source within the body can use up the body's store of iron, leading to iron deficiency anemia. Family history. Having a family member with a type of anemia passed through families, called inherited, can increase the risk of inherited anemias, such as sickle cell anemia. Other factors. A history of certain infections, blood diseases and autoimmune conditions increases the risk of anemia. Drinking too much alcohol, being around toxic chemicals, and taking some medicines can affect the making of red blood cells and lead to anemia. Age. People over age 65 are at increased risk of anemia. ComplicationsIf not treated, anemia can cause many health problems, such as Severe tiredness. Severe anemia can make it impossible to do everyday tasks. Pregnancy complications. Pregnant people with folate deficiency anemia may be more likely to have complications, such as premature birth. Heart problems. Anemia can lead to a rapid or irregular heartbeat, called arrhythmia. With anemia, the heart must pump more blood to make up for too little oxygen in the blood. This can lead to an enlarged heart or heart failure. Death. Some inherited anemias, such as sickle cell anemia, can lead to life-threatening complications. Losing a lot of blood quickly causes severe anemia and can be fatal. PreventionMany types of anemia can't be prevented. But eating a healthy diet might prevent iron deficiency anemia and vitamin deficiency anemias. A healthy diet includes Iron. Iron-rich foods include beef and other meats, beans, lentils, iron-fortified cereals, dark green leafy vegetables, and dried fruit. Folate. This nutrient, and its human-made form folic acid, can be found in fruits and fruit juices, dark green leafy vegetables, green peas, kidney beans, peanuts, and enriched grain products, such as bread, cereal, pasta and rice. Vitamin B-12. Foods rich in vitamin B-12 include meat, dairy products, and fortified cereals and soy products. Vitamin C. Foods rich in vitamin C include citrus fruits and juices, peppers, broccoli, tomatoes, melons, and strawberries. These also help the body take in iron. If you're concerned about getting enough vitamins and minerals from food, ask your health care provider about taking a multivitamin. Atherosclerosis atau aterosklerosis adalah penyempitan dan pengerasan pembuluh darah arteri akibat penumpukan plak di dinding pembuluh darah. Kondisi ini merupakan penyebab umum penyakit jantung koroner atherosclerosis heart disease. Arteri adalah pembuluh darah pembawa oksigen serta nutrisi dari dan ke jantung, juga ke seluruh organ lain. Tersumbatnya arteri akibat penumpukan plak kolesterol akan menghambat aliran darah ke organ-organ tubuh. Pada awalnya, aterosklerosis tidak menimbulkan gejala apa pun. Gejala baru muncul ketika aliran darah ke organ atau jaringan tubuh terhambat. Proses penumpukan plak sampai gejala aterosklerosis timbul bisa memakan waktu hingga bertahun-tahun. Penyebab Aterosklerosis Penyebab pasti aterosklerosis belum diketahui, tetapi penyakit ini dimulai ketika terjadi kerusakan atau cedera di lapisan dalam arteri. Kerusakan tersebut dapat disebabkan oleh Kolesterol tinggi Tekanan darah tinggi Diabetes Peradangan akibat penyakit tertentu, seperti lupus Obesitas Kebiasaan merokok Saat lapisan dalam arteri rusak, lemak serta zat lain menjadi mudah menempel dan menggumpal di sana. Seiring berjalannya waktu, gumpalan atau plak ini terus menumpuk dan mengeras sehingga pembuluh darah arteri menyempit dan kaku. Penyempitan pembuluh darah akan menghambat suplai oksigen serta nutrisi ke organ-organ tubuh. Hal ini membuat fungsi organ tersebut menurun, bahkan terhenti, tergantung seberapa parah penyempitan yang terjadi. Perkembangan aterosklerosis hingga menimbulkan gejala sangat lambat, bahkan bisa sampai puluhan tahun. Namun, kondisi di bawah ini dapat membuat seseorang lebih berisiko atau lebih cepat mengalami aterosklerosis Usia di atas 40 atau 50 tahun Pola hidup yang tidak sehat, seperti malas bergerak atau jarang berolahraga Pola makan tidak sehat dan sering mengonsumsi minuman beralkohol Stres berkepanjangan Riwayat aterosklerosis pada keluarga Gejala dan Komplikasi Aterosklerosis terosklerosis awalnya tidak menimbulkan gejala, sampai pembuluh darah arteri sudah sangat menyempit bahkan tertutup Akibatnya, pembuluh arteri tidak lagi dapat menyalurkan darah dalam jumlah cukup ke organ-organ tubuh. Karena gejalanya baru muncul setelah bertahun-tahun, banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya menderita aterosklerosis sampai muncul komplikasi. Komplikasi yang muncul bisa beragam, tergantung lokasi terjadinya aterosklerosis, antara lain Aterosklerosis di jantung Aterosklerosis di jantung bisa menyebabkan penyakit jantung koroner dan serangan jantung. Kedua gangguan tersebut memiliki sejumlah gejala yang serupa, yaitu Nyeri dada seperti ditekan atau diremas angina Nyeri atau tekanan pada pundak, lengan, rahang, atau punggung Gangguan irama jantung aritmia Sesak napas, berkeringat, dan gelisah Aterosklerosis di tungkai Aterosklerosis di kaki atau lengan bisa menyebabkan penyakit arteri perifer. Gangguan ini ditandai dengan gejala berikut Nyeri, kram, hingga mati rasa di area lengan atau tungkai Nyeri saat berjalan dan mereda setelah beristirahat klaudikasio intermiten Tungkai bagian bawah terasa dingin Luka di jempol, telapak, atau kaki yang tidak kunjung sembuh Aterosklerosis di otak Bila terjadi pada pembuluh darah di otak, aterosklerosis bisa menyebabkan stroke, yang ditandai dengan gejala berupa Mati rasa hingga lumpuh pada salah satu sisi wajah, lengan, atau tungkai Kebingungan dan sulit untuk dapat berbicara dengan jelas Kehilangan penglihatan pada salah satu mata atau kedua mata Kehilangan koordinasi dan keseimbangan Pusing dan sakit kepala berat Sulit bernapas dan kehilangan kesadaran Aterosklerosis di ginjal Penumpukan plak pada pembuluh arteri di ginjal dapat menyebabkan gagal ginjal. Gangguan ini bisa dikenali dari sejumlah gejala, seperti Jarang buang air kecil Mual yang terasa terus menerus Tubuh terasa sangat lelah dan sering mengantuk Tungkai membengkak Bingung dan sulit berkonsentrasi Sesak napas dan dada terasa nyeri Kapan harus ke dokter Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami gejala yang telah disebutkan di atas. Anda juga perlu segera ke IGD bila mengalami gejala serangan jantung atau stroke. Kedua kondisi tersebut harus segera ditangani, karena bisa berakibat fatal bila menunggu lama. Jika Anda menderita diabetes atau hipertensi, lakukan kontrol rutin ke dokter untuk memantau kondisi penyakitnya dan mencegah kemungkinan komplikasi aterosklerosis. Bila Anda perokok, berusahalah untuk menghentikan kebiasaan tersebut. Merokok tidak hanya bisa menyebabkan aterosklerosis, tetapi juga penyakit lain. Jika berhenti merokok dirasa sangat sulit, pergilah ke dokter untuk mengikuti program berhenti merokok. Diagnosis Aterosklerosis Dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien dan melakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik dilakukan dengan mengecek denyut nadi, detak jantung, dan tekanan darah pasien. Dokter juga akan memeriksa kemungkinan pasien memiliki luka yang lambat atau tidak kunjung sembuh. Jika pasien diduga mengalami aterosklerosis, dokter akan melakukan sejumlah tes penunjang untuk memastikannya, seperti Tes darah, untuk melihat kadar kolesterol dan gula darah Ankle-brachial index ABI, yaitu tes perbandingan indeks tekanan darah kaki dan lengan, guna memeriksa penyumbatan arteri pada area tungkai Elektrokardiogram EKG, untuk memeriksa aktivitas listrik jantung dan melihat tanda penyakit jantung koroner atherosclerosis heart disease USG Doppler, untuk mendeteksi penyumbatan arteri di tungkai dengan menggunakan gelombang suara Stress test atau pemeriksaan EKG treadmill, untuk memeriksa aktivitas listrik jantung dan tekanan darah saat melakukan aktivitas fisik Angiografi, yaitu pemeriksaan kondisi arteri jantung dengan menyuntikkan zat kontras pewarna pada arteri, sehingga dapat terlihat dengan jelas melalui foto Rontgen Pemindaian dengan magnetic resonance angiography MRA dan CT scan, untuk memeriksa kondisi pembuluh darah arteri Pengobatan Aterosklerosis Penangan aterosklerosis dapat dilakukan dengan tiga metode, yaitu perubahan gaya hidup, obat-obatan, serta prosedur medis. Perubahan gaya hidup sehari-hari merupakan hal utama yang perlu dilakukan. Pasien dianjurkan untuk lebih sering berolahraga guna meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah, serta mengurangi konsumsi makanan yang banyak mengandung kolesterol. Selain menyarankan perubahan gaya hidup, dokter juga dapat memberi obat-obatan untuk mencegah arterosklerosis bertambah buruk. Obat-obatan ini dapat berupa Obat untuk mencegah penggumpalan darah, seperti aspirin Obat untuk menurunkan tekanan darah, seperti penghambat beta beta blockers, antagonis kalsium calcium channel blockers, serta diuretik Obat penurun kadar kolesterol, seperti statin dan fibrat Obat untuk mencegah penyempitan arteri, seperti ACE inhibitor Obat untuk mengendalikan penyakit yang bisa menyebabkan aterosklerosis, seperti obat diabetes untuk menjaga kadar gula darah. Pada kasus aterosklerosis yang parah, dokter mungkin akan menyarankan penanganan dengan Pemasangan ring stent dan angioplasty Prosedur ini digunakan untuk membuka penyumbatan atau penyempitan arteri, kemudian memasang tabung kecil di sana agar aliran darah kembali lancar. Terapi fibrinolitik Terapi ini dilakukan untuk mengatasi penyumbatan arteri akibat pembekuan darah, dengan memberikan obat pelarut atau pemecah gumpalan darah fibrinolitik. Operasi bypass Prosedur ini dilakukan dengan cara memintas pembuluh darah yang tersumbat menggunakan pembuluh darah dari bagian tubuh lain atau selang berbahan sintetis. Endarterektomi Prosedur ini dilakukan untuk membuang tumpukan lemak pada dinding arteri yang menyempit. Biasanya, prosedur ini dilakukan pada arteri di leher. Arterektomi Prosedur ini dilakukan untuk membuang plak di arteri dengan menggunakan kateter berpisau tajam di salah satu ujungnya. Pencegahan Aterosklerosis Aterosklerosis dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat. Cara yang bisa dilakukan antara lain Melakukan pola makan sehat dengan gizi seimbang yang kaya serat dan karbohidrat kompleks, serta rendah kolesterol Menghindari atau membatasi konsumsi minuman beralkohol Berolahraga selama 30 menit per hari, setidaknya 5 hari dalam seminggu Berhenti merokok Menjaga berat badan dalam rentang ideal Mengelola stress dengan baik, misalnya dengan relaksasi mengendurkan otot-otot yang tegang atau meditasi Beristirahat dan tidur yang cukup

anemia lokal yg disebabkan penyumbatan arteri