Di abad ke-8 Hijriyah lahir seorang ulama ahli tafsir yang merupakan alumnus akhir madrasah tafsir dengan atsar. Dialah Isma’il bin ‘Umar bin Katsir rahimahullah, salah seorang murid Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah (wafat tahun 774 H). Tafsirnya dijadikan rujukan oleh para ulama dan penuntut ilmu semenjak jaman beliau hingga Tafsir Ibnu dimulai dengan menyatakan Alquran Kathir termasuk tafsir jenis ma’tsur sebagai hidayah menuju jalan yang sedangkan tafsir an–Nasafi tergolong dimaksudkan pada surat al–Fatihah tafsir bi- ra’yi.19 tadi.22 Selain itu tafsir an–Nasafi Bentuk munasabah lain yang berorientasi aqidah dan tasawuf, dijelaskan para ahli tafsir Tafsir ini modern dan praktis. 6. Syekh Mahmud Syaltut menulis kitab Tafsir al-Qur’anul Karim 7. Prof. Sayid Quthub menulis Tafsir fi Zilalil Qur’an dan buku lain mengenai al-Qur’an 8. Prof. Ali As-Sabuni menulis Rawai’ul Bayan dan Tafsir Ayatul Ahkam minal Qur’an 9. Prof. Dr. Kitab tafsir tersebut sering digunakan sebagai sumber atau rujukan bagi pemikir dan mahasiswa muslim setelahnya, seperti Ibnu Katsir, Al-Baghawi, dan as-Suyuthi. Baca juga: Perkembangan Ilmu Pengetahuan pada Masa Bani Umayyah. Ibnu Katsir. Ibnu Katsir adalah seorang pemikir dan ulama ahli tafsir yang berasal dari Busra, Suriah. Baharuddin HS menjelaskan bahwa pada dasarnya tafsir dikelompokkan kepada tiga kelompok utama, yaitu bentuk, metode dan corak tafsir. Dari segi metode muncul tafsir tahlîly/ analisis, tafsir ijmâly/ global, muqârin/ perbandingan dan maudhû‟i/tematik. Sedangkan dari segi bentuknya muncul tafsir bi al-ma‟tsûr, tafsir bi ar-ra‟y dan Sistematika yang ditempuh Ibn Katsir dalam menulis kitab tafsirnya ialah dengan menafsirkan seluruh ayat-ayat Al-Quran sesuai susunannya dalam mushaf Alquran. Yaitu, ayat demi ayat dan surat demi surat. Ibn Katsir memulai dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat al-Nās. 6HWlE.

metode dan corak tafsir ibnu katsir