Strukturdan Gaya Bahasa Teks Editorial Secara umum, struktur teks editorial ada tiga, yaitu pengenalan isu, argumentasi, dan penegasan ulang. Pada tahap pengenalan isu, redaksi mulai menjabarkan sudut pandangnya atas isu yang akan dimuat
Strukturyang membangun teks editorial sama dengan teks? A. Eksplanasi B. Eksposisi C. Deskripsi D. Laporan E. Cerpen Selamat pagi, siang , sore, malam. Halo teman-teman semuanya semoga kalian sehat selalu dan dimudahkan rezekinya aamiin, pada kesempatan kali ini
Strukturyang membangun teks editorial sama dengan teks.. - 19004136 meiliakuswara03 meiliakuswara03 08.11.2018 B. Indonesia Sekolah Menengah Pertama terjawab Struktur yang membangun teks editorial sama dengan teks.. 1 Lihat jawaban Iklan Iklan yyyyy60 yyyyy60 Dengan teks eksposisi I love you minta nomor biar kita bisa chat-an sayang
Haloarina, pendapat, alternatif solusi & simpulan itu pasti ada di struktur akhir teks editorial, yakni: penegasan ulang. Misalnya, untuk teks editorial "Bahaya Pembukaan Bioskop" yang telah tayang di Kompas di atas, pendapat editorial adalah: "Salah satu kelemahan utama dalam program pengendalian penularan Covid-19 di Indonesia adalah pelacakan kontak pasien positif", sementara
Samahalnya dengan teks atau karya tulis yang lainnya, teks editorial ini juga memiliki beberapa struktur yang harus Anda pahami ketika akan membuatnya. Pada dasarnya, struktur teks ini sama dengan struktur teks eksposisi. Hal ini dikarenakan keduanya memiliki kesamaan yaitu menjelaskan opini mengenai suatu berita tertentu.
Dalampelajaran bahasa Indonesia, ada materi teks editorial yang harus dipelajari. Kamu bisa memahami materi tersebut di sini.
1HsM. - Teks editorial merupakan artikel utama yang ditulis oleh redaktur suatu media massa seperti koran, majalah, atau portal berita online. Teks editorial juga kadang disebut dengan tajuk rencana. Teks ini berisi pandangan redaksi terhadap suatu peristiwa aktual yang sedang menjadi sorotan fenomenal dan kontroversial. Isu atau masalah aktual itu dapat berupa masalah politik, sosial, maupun masalah ekonomi yang berkaitan dengan politik. Pandangan redaksi yang tertuang dalam teks editorial dianggap sebagai pandangan resmi suatu penerbit atau media terhadap suatu isu aktual yang sedang dibahas. Opini dalam teks editorial terdiri dari kritik, penilaian, prediksi, harapan, dan saran. Struktur Teks Editorial Dilansir dari e-Modul Pembelajaran SMA Bahasa Indonesia kelas 12, teks editorial merupakan bagian dari teks eksposisi. Sehingga struktur umum dari teks editorial terdiri dari tiga bagian, di antaranya Pengenalan isu atau tesis Bagian ini memiliki fungsi untuk mengenalkan isu atau permasalahan yang akan dibahas dalam bagian berikutnya. Pengenalan isu disajikan peristiwa persoalan aktual, fenomenal, dan kontoversial. Pernyataan pendapat atau tesis yang berisi sudut pandang penulis tentang masalah yang dibahas. Tesis merupakan teori yang diperkuat dengan argumen. Penyampaian pendapat atau argumen Merupakan bagian pembahasan yang berisikan tanggapan redaksi terhadap isu yang telah diperkenalkan sebelumnya. Argumentasi berupa alasan ataupun bukti yang digunakan untuk memperkuat pernyataan umum atau data hasil penelitian, pernyataan para ahli, ataupun fakta berdasarkan referensi yang dapat dipercaya. Penegasan Penegasan dalam teks editorial berupa simpulan, saran atau rekomendasi. Pada bagian ini juga terselip harapan redaksi kepada pihak yang terlibat dalam menghadapi atau mengatasi persoalan yang terjadi dalam isu tersebut. Pernyataan atau penegasan ulang pendapat berisi penegasan ulang pendapat yang didukung oleh fakta untuk memperkuat atau menegaskan keseluruhan isi teks Editorial Teks HipertensiDi sebuah harian nasional, Selasa 22/5, Perhimpunan Hipertensi Indonesia Indonesian Society for Hypertension memasang sebuah iklan dengan judul dalam bahasa Inggris World Hypertension Day, May 17, 2019, sebuah momentum yang digalang World Hypertension Leage dengan tema “Healthy Life Style-Healthy Blood Pressure”. Sebagai orang awam tentu banyak dari kita yang bertanya, apa penting dan signifikansinya memperingati Hari Hipertensi Dunia, yang tepat jatuh pada pekan lalu itu?Bagi masyarakat Indonesia yang belakangan ini dilanda berbagai persoalan sosial, mulai dari larangan konser Lady Gaga hingga berbagai kasus korupsi yang tiada hentinya, persoalan hipertensi penyakit tekanan darah tinggi seperti tenggelam tak ada gaungnya. Apakah karena dianggap kurang menarik sehingga tidak ada yang mau peduli?Padahal, kalau melihat angka penderita hipertensi di Indonesia, haruslah kita waspada dan sangat peduli. Prevalensi penyakit ini di Indonesia mencapai 31,7 persen, artinya diperkirakan satu dari tiga penduduk berusia di atas 18 tahun adalah penderita hipertensi. Hal ini berarti puluhan juta penduduk Indonesia dipastikan menderita hipertensi tanpa dampak, kita mungkin patut abai dan tenang-tenang saja. Persoalannya, hipertensi dapat memicu berbagai penyakit lain sebagai akibat rusaknya berbagai organ tubuh, seperti otak, ginjal, dan jantung kalau tidak ditangani dengan global, penyakit hipertensi memiliki angka kematian yang cukup mencemaskan, yakni mencapai 7 juta orang meninggal per tahunnya di dunia. Hingga kini, diperkirakan lebih dari 1 milyar penduduk bumi menderita keluarga yang anggotanya menderita gagal ginjal, tentu sudah merasakan betapa beratnya biaya dan beban hidup yang harus ditanggung untuk cuci darah misalnya, meski mungkin sudah dibantu asuransi. Salah satu penyebab gagal ginjal adalah hipertensi. Penyakit lain yang juga bisa dipicu oleh hipertensi adalah stroke dan jantung koroner. Berbeda dengan demam berdarah yang penderitanya bisa meninggal dunia seketika, berbagai penyakit yang dipicu oleh hipertensi tersebut bisa berlangsung berkepanjangan dan bahkan menguras biaya yang sangat hipertensi tidak diperhatikan, dirawat, atau pun dicegah, dipastikan akan menimbulkan berbagai penyakit lain yang bakal mengurangi kesejahteraan dan produktivitas. Dengan demikian, bermula dari masalah kesehatan dalam keluarga akan dapat menimbulkan masalah lain, yaitu problem ekonomi dan sosial. Maka, melalui tajuk rencana ini masyarakat diingatkan untuk tidak mengabaikan kesehatan. Masyarakat diimbau untuk selalu menjaga gaya dan pola hidup yang ini harus pula dibarengi dengan berbagai kampanye dan penyuluhan untuk berbagi pengetahuan tentang kesehatan. Hal ini dapat membangun dan menyadarkan masyarakat mengenai perlunya gaya dan pola hidup yang sehat. Tujuannya agar warga terhindar dari hipertensi dan berbagai penyakit demikian, kampanye dan penyuluhan seperti yang dilakukan Perhimpunan Hipertensi Indonesia ini harus dihargai, mengingat risiko dan kerugian yang ditimbulkan penyakit ini sangat besar. Bukan saja menyebabkan beban bagi anggota keluarga penderita hipertensi, tetapi juga bagi masyarakat. Risiko ini dapat dikurangi kalau masyarakat memiliki pemahaman yang cukup baik mengenai hal itu. Sumber Sinar Harapan, Rabu, 23 Mei 2019 dalam e-Modul Bahasa Indonesia Kelas XIIBaca juga Mengenal Teks Editorial dan Strukturnya dalam Bahasa Indonesia Apa Itu Teks Editorial Pengertian dan Kaidah Kebahasaannya Editorial Tirto Kami Bersama GejayanMemanggil Editorial Revisi UU KPK Cuma Hawa Nafsu Parpol, Tak Perlu Dituruti - Pendidikan Kontributor Balqis FallahndaPenulis Balqis FallahndaEditor Alexander Haryanto
Biografi bisa menjadi salah satu teks narasi yang penting dan bisa menginspirasi banyak orang. Biografi bertujuan untuk menginspirasi, menjadi pelajaran hidup dan mendukung pembacanya jadi termotivasi dalam menjalani kehidupan. Inilah kenapa biasanya orang yang menjadi tokoh dalam biografi bukan sosok biasa. Tapi, orang-orang berpengaruh yang sudah sukses dan punya jasa bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Berikutnya kamu akan diajak melihat struktur dari teks biografi, nih, Kids. Apa saja, ya? Struktur Teks Biografi Dilansir dari laman berikut adalah struktur teks biografi yang berfungsi sebagai kerangka untuk membangun cerita di dalam narasinya, yaitu 1. Orientasi Struktur awal teks biografi adalah bagian orientasi. Rangkaian orientasi memuat awalan atau bagian pengenalan tentang tokoh yang diangkat ceritanya secara umum. Persiapkan lebih dulu informasi seperti nama tokoh, latar belakang keluarga tokoh, riwayat pendidikan sampai alamat rumahnya. Semua informasi tadi lalu akan sampaikan secara naratif. Baca Juga Contoh Teks Biografi tentang Ibu Lengkap dengan Strukturnya Artikel ini merupakan bagian dari Parapuan Parapuan adalah ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya. PROMOTED CONTENT Video Pilihan
Umum — Apakah Anda pernah mendengar istilah teks editorial? Jika Anda sering membaca sebuah surat kabar seperti koran atau majalah, maka di dalam surat kabar tersebut biasanya terdapat berita yang berisi kumpulan informasi dan fakta yang berguna untuk Anda. Selain berita, biasanya di dalam surat kabar juga disajikan kolom lain yang berisi tentang opini atau pendapat yang ditulis oleh pimpinan redaksi. Nah, kolom yang berisi pendapat atau opini dari redaksi tersebut yang dinamakan teks jenis editorial. Untuk lebih jelasnya, akan dibahas dalam artikel kali ini. Pengertian Teks EditorialTujuan dari Teks EditorialManfaat dari Teks EditorialFungsi dari Teks EditorialCiri- Ciri dari Teks EditorialStruktur Teks EditorialPedoman Kebahasaan dari Teks EditorialJenis Jenis dari Teks EditorialImperatif editorialContoversial EditorialExplantory editorial Pengertian Teks Editorial Pengertian Teks Editorial Merupakan sebuah artikel di dalam surat kabar yang dijadikan pendangan atau pendapat redaksi mengenai suatu peristiwa yang aktual atau sedang menjadi pembicaraan hangat pada surat kabar yang diterbitkan. Masalah aktual atau isu tersebut bisa berupa sosial, politik ataupun masalah ekonomi yang berkaitan dengan masalah politik. Misalnya isu yang diangkat yaitu tentang kenaikan bbm, kebijakan impor dan ekspor, reshuffle kabinet dan lain-lain. Teks ini biasanya muncul secara rutin di majalah atau koran. Jadi teks ini merupakan suatu pendapat atau opini yang ditulis oleh redaksi di sebuah media terhadap isu aktual di dalam masyarakat. Opini yang ditulis tersebut dianggap sebagai pandangan yang resmi dari penerbit atau media atas suatu isu yang aktual. Meskipun teks ini berupa pendapat atau opini, namun di dalam penulisannya juga tidak boleh sembarangan. Penulisan suatu opini atau pendapat harus selalu dilengkapi dengan fakta, argumentasi dan bukti yang logis. Tujuan dari Teks Editorial Teks ini memiliki 2 tujuan utama, yaitu Teks ini bertujuan untuk mengajak pembaca ikut berfikir dalam berita atau isu aktual yang sedang hangat dibicarakan di masyarakat atau sedang terjadi di kehidupan ini memiliki tujuan untuk memberikan pandangan atau opini redaksi kepada pembaca mengenai perbincangan atau isu aktual yang sedang berkembang. Manfaat dari Teks Editorial Manfaat dari teks ini yaitu memberikan informasi kepada pembaca, agar dapat merangsang cara berfikir dan biasanya dapat menggerakkan pembaca untuk melakukan suatu tindakan. Di zaman sekarang ini, sebuah media dapat kita akses dari mana saja. Biasanya tanpa kita sengaja dapat melihat berita-berita yang sedang hangat dibicarakan. Apabila ada suatu berita yang bisa membuat kita untuk bertindak dalam mengambil andil didalam penyelesaiannya, itu sangat membantu. Fungsi dari Teks Editorial Teks ini memiliki beberapa fungsi utama diantaranya yaitu Fungsi tajuk rencana pada umumnya untuk menjelaskan berita dan akibatnya untuk kehidupan latar belakang yang berhubungan dengan berita dan kenyataan sosial, serta faktor yang memberikan pengaruh lebih terdapat analisis kondisi yang fungsinya untuk mempersiapkan masyarakat jika ada kemungkinan yang akan mengenai penilaian moral pada berita tersebut. Ciri- Ciri dari Teks Editorial Topik dari tulisan editorial selalu hangat sedang berkembang di masyarakat dan menjadi suatu persoalan, bersifat aktual dan faktual. Ciri-Ciri teks ini sebagai berikut Jenis teks harus bersifat logis dan ini merupakan sebuah pendapat atau opini yang bersifat ditulis dengan sangat menarik sehingga enak dibaca, menggunakan kalimat yang singkat, padat dan mengenai fakta umum, pendapat dan pandangan pribadi bersifat penyampaian pendapat, teks ini menggunakan pemikiran yang ditulis dengan menggunakan perspektif tertentu untuk mengungkapkan kebenaran suatu pendapat. Sehingga apabila dilihat dari perspektif yang berbeda, maka kebenaran tersebut dapat memberikan makna lain atau bisa penulisan teks, dimulai dengan pemaparan suatu fakta umum terlebih dahulu. Kemdian disusul dengan pemaparan suatu pendapat, hal ini juga dapat terjadi dengan bersifat argumentasi sehingga teks ini sering disebut juga dengan teks argumentative atau berisi tentang pemaparan pendapat/pandangan/ argument dan gagasan. Teks ini memiliki 3 struktur untuk menyusun teks opini/ editorial, yaitu Pernyataan suatu pendapat tesis, Bagian ini berisi sudut pandang penulis mengenai suatu masalah yang dibahas. Biasanya berisi sebuah teori yang akan diperkuat dengan yaitu suatu alasan atau bukti yang digunakan untuk memperkuat pernyataan dalam sebuah tesis. Argumentasi yang diberikan bisa berupa sebuah pertanyaan umum atau data dari hasil penelitian, fakta-fakta yang berdasarkan referensi yang dapat dipercaya atau bisa pernyataan dari para atau pernyataan ulang pendapat reinteraction, merupakan bagian yang berisi tentang penegasan ulang sebuah pendapat yang didukung oleh fakta pada bagian argumentasi untuk menegaskan atau memperkuat. Penegasan ulang biasanya berada pada bagian teks akhir. Pedoman Kebahasaan dari Teks Editorial Pedoman kebahasaan yang digunakan dalam teks editorial hampir sama dengan teks prosedur komplek yang menggunakan verba material. Adverbia, bertujuan agar pembaca dapat percaya mengenai teks yang dibahas menggunakan kata keterangan seperti biasanya, selalu, sering, jarang, kadang-kadang dan merupakan kata penghubung pada teks, seperti bahkan, atau, ataupun dan material merupakan verba yang menunjukan sebuah peristiwa atau perbuatan rasional merupakan verba yang menerangkan antara hubungan milik mengandung pengertian B memiliki C dan intensitas pengertian B adalah CVerba mental merupakan verba yang menunjukan suatu persepsi melihat dan lainnya, kognisi mengerti dan lainnya dan afeksi khawatir dan lainnya. Pada verba ini biasanya terdapat partisi yaitu pengindra dan fenomena. Jenis Jenis dari Teks Editorial Imperatif editorial Editorial ini bertujuan untuk menjelaskan gosip atau isu dengan menyajikan figure dan fakta dalam memberikan pengetahuan. Contoversial Editorial Editorial ini memiliki tujuan untuk meyakinkan pembaca atas keinginan atau menumbuhkan rasa kepercayaan pembaca mengenai suatu isu yang sedang terjadi. Dalam editorial ini, biasanya argument yang berlawanan akan digambarkan menjadi lebih buruk. Explantory editorial Editorial ini menyajikan suatu masalah atau isu yang sedang terjadi agar dinilai oleh pembaca. Biasanya teks ini bertujuan untuk mengidentifikasi suatu masalah, sehingga dapat membuka mata masyarakat untuk lebih memperhatikan suatu isu tersebut. Dari penjelasan di atas mengenai pengertian, tujuan, manfaat, fungsi, ciri-ciri, struktur dan kebahasaan teks editorial semoga dapat menambah wawasan Anda. Selain itu, dalam artikel di atas juga disajikan jenis-jenis teksnya secara lengkap dan terperinci.
Teks anekdot adalah sebuah teks cerita yang berisikan unsur dan fokus pada hal lucu juga humoris. - Kids, pernahkah kamu membaca cerita lucu di media sosial atau media massa? Cerita lucu ini disebut dengan anekdot, biasanya dibagikan secara luas dan bertujuan menghibur pembacanya. Teks anekdot merupakan sebuah cerita atau kisah yang didalamnya mengandung unsur lucu dan menghibur. Meski ceritanya lucu, teks anekdot memiliki maksud untuk menyampaikan kritik secara tersirat. Tak hanya berisikan rangkaian kalimat atau gambaran peristiwa yang lucu, anekdot juga harus bisa menyampaikan maksud dari penulisnya. Teks anekdot biasanya membahasa orang-orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian nyata atau sebenarnya. Inilah yang membuat teks anekdot jadi sebuah cerita lucu yang ditulis dan dibuat berdasarkan peristiwa di dunia nyata. Meski ide besarnya adalah teks lucu, teks anekdot ini banyak menyimpan pesan moral hingga amat juga kebenaran yang dipercayai banyak orang. Cerita dalam teks anekdot, sering dibagikan dan ditulis memberikan cerita yang detail dan rinci, Kids. Inilah yang membuat dampak dari teks atau cerita anekdot ini bersifat pendek atau singkat. Teks anekdot punya beberapa ciri-ciri, di antaranya Baca Juga Teks Anekdot Pengertian, Struktur, Ciri-Ciri dan Contohnya Artikel ini merupakan bagian dari Parapuan Parapuan adalah ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya. PROMOTED CONTENT Video Pilihan
ilustrasi oleh Teks editorial adalah tulisan yang ditulis oleh redaktur utama media yang berisikan pendapat, pandangan umum, atau reaksi mengenai suatu peristiwa atau kejadian berita aktual yang tengah menjadi sorotan masyarakat. Teks editorial juga sering disebut dengan tajuk rencana yang berarti artikel utama dari suatu surat kabar yang berisi pandangan redaksi tim penulis dan penyusun koran terhadap suatu isu pada saat koran tersebut diterbitkan. Struktur Penulisan Jenis-Jenis Teks Contoh Teks Editorial Struktur Penulisan Teks editorial ini tentunya memiliki struktur. Struktur yang menyusun teks editorial / opini adalah sama dengan struktur yang telah membangun teks eksposisi, 3 struktur teks editorial 1. Pernyataan pendapat tesis Bagian berisi sudut pandang penulis mengenai masalah yang dibahas, biasanya sebuah teori yang akan diperkuat oleh argumen. 2. Argumentasi Alasan atau bukti yang digunakan guna memperkuat pernyataan dalam tesis, walau secara umum argumentasi diartikan untuk menolak suatu pendapat. Argumen bisa berbentuk pertanyaan umum/data hasil penelitian, pernyataan para ahli, maupun fakta-fakta berdasarkan referensi yang bisa dipercaya. 3. Penyataan/Penegasan ulang pendapat Reiteration Bagian berisi penegasan ulang pendapat yang didorong oleh fakta di bagian argumentasi guna memperkuat/menegaskan, ada di bagian akhir teks. Selain memiliki struktur pembentuk, teks editorial tentunya memiliki jenis-jenis, berikut ini merupakan jenis-jenis teks editorial adalah sebagai berikut Interpretaive editorialEditorial ini bertujuan untuk menjelaskan isu dengan menyajikan fakta dan figur untuk memberikan pengetahuan. Controversial editorialEditorial bertujuan untuk meyakinkan pembaca pada keinginan atau menumbuhkan kepercayaan pembaca terhadap suatu isu. Dalam editorial ini biasanya pendapat yang berlawanan akan digambarkan lebih buruk. Explantory editorialEditorial ini menyajikan masalah atau suatu isu agar dinilai oleh pembaca. Biasanya teks editorial ini bertujuan untuk mengeidentifikasi suatu masalah dan membuka mata masayarakat untuk memperhatikan suatu isu tertentu. Contoh Teks Editorial Agar lebih jelasnya berikut ini kami beri beberapa contoh teks editorial dengan tema Kesehatan berikut ini. Berikut adalah editorial Koran Tempo pada edisi 10 September 2020 dengan penyesuaian. Judul Jangan Hanya Bergantung pada Vaksin Pengenalan Isu Tesis Langkah pemerintah dalam membentuk Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin Covid-19 pada pekan lalu memperlihatkan bahwa pemerintah mengandalkan ketersediaan vaksin sebagai jalan keluar dari pandemi ini. Tim yang terdiri dari sederet menteri, lembaga riset, perguruan tinggi, serta Badan Pengawas Obat dan Makanan BPOM akan bertugas hingga 31 Desember tahun depan. Penyampaian Pendapat Argumen Namun terdapat sejumlah masalah mendasar dari kebijakan pemerintah tersebut. Pertama, tugas dan fungsinya dapat tumpang tindih dengan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang sudah dibentuk oleh Presiden. Meskipun masih sama-sama dipimpin oleh Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartato, keberadaan tim ini berpotensi menghambat birokrasi. Apalagi masyarakat juga belum melihat hasil kerja nyata komite di lapangan. Kedua, keberadaan tim tersebut juga berpotensi berbenturan dengan tugas Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 yang dipimpin oleh Kementrian Riset dan Teknologi atau Badan Riset dan Inovasi Nasional. Selain menghasilkan rapid test tes cepat covid dan ventilator, konsorsium ini juga sedang mengembangkan vaksin Merah Putih bersama Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Institue. Sebetulnya, pemerintah bisa saja cukup menugasi konsorsium ini untuk melaksanakan instruksinya perihal percepatan pengembangan vaksin. Selain itu, ruang lingkup tim ini tidak terlalu jelas. Pembuatan vaksin yang mumpuni pastinya memerlukan waktu yang tidak sedikit dan tidak boleh terburu-buru. Misalnya, masyarakat tentunya tidak mau percepatan pengembangan vaksin Merah Putih malah memicu pertanyaan dunia riset global akan kredibilitasnya yang bahkan pemerintahnya saja terkesan tidak percaya dan membentuk tim lain untuk melakukannya. Kemudian, Pemerintah seharusnya sangat paham bahwa uji klinis tahap ketiga adalah tahap paling penting dari perancangan vaksin atau obat. Uji klinis fase terakhir ini tidak dapat dilakukan dengan tergesa-gesa. AstraZeneca dan Universitas Oxford bahkan terpaksa menghentikan uji klinis buatan mereka ketika menemukan peserta uji klinis di Inggris mengalami efek samping yang serius. Sehingga, rasanya tidak akan banyak yang bisa dilakukan oleh tim nasional bentukan Presiden ini. Penegasan Ulang Daripada hanya mengandalkan vaksin saja, sebaiknya pemerintah bisa memperbaiki kapasitas pengetesan dan pelacakan pasien suspect. Melalui berbagai pusat layanan kesehatan sebetulnya pemerintah dapat memperbaiki kualitas pengobatan pasien dan kesiapan tenaga medis agar angka kematian pasien COVID-19 tidak terus meningkat. Tanpa upaya terpadu yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, tumpuan harapan pada satu solusi saja bisa dapat berujung pada masalah baru. Terutama jika waktu pengembangan vaksin jauh lebih lama dari apa yang dijanjikan oleh pemerintah. Pemerintah tidak boleh menyimpan semua telur dalam satu keranjang, upaya pengendalian wabah secara holistik dan ketat harus tetap dilakukan melalui berbagai sudut.
struktur yang membangun teks editorial sama dengan teks